Semakin gue ngulik AI, semakin gue pengen ikut walking club sama strangers.
Malu tapi Maju ke-64 | Bingung? Sama. Kata bang Aldi nanti nggak bingung kalo udah di surga.
Coba gue tanya, jawab di comment yak. Kapan lo terakhir gambar di kertas pake krayon? Kalo gue, kayaknya terakhir ngegambar pake crayon di kertas gambar itu pas gue SD kali ya? Di umur gue yang 26 tahun ini (wkwk), udah 10 tahun lebih berarti dari terakhir ngelakuin aktivitas itu. Biasanya gambar mah di ipad, di procreate donggg, biar gampang dipostttt. Biar kayak orang-orang. Waktu itu gue bahkan bela-belain beli ipad demi procreate wkwk malu dah.
Salah satu visual identity Botakasu juga adalah si gambar tangannya kan, tapi semua pake procreate, semuanya digital. Yang mungkin bagus sih untuk visual identity dan branding Botakasu, orang-orang gampang inget, tapi yang kurang bagus adalah gue nge-ties identity gue kesitu. Ke procreate. Ke Apple Pencil. Ke ngegambar tapi secara digital only.
Jadi pas kemarin ikut sesi creative thinkingnya Anton Ismail dan tiba-tiba disuruh gambar sama Pae pake kertas gambar yg tebel, dan dijembrengin krayon yang oil dan krayon yang teksturnya kayak arang (ga tau namanya ???) rasanya wuuuuuuuhhhh kayak ketemu temen lama, sekaligus kayak ngerasain lagi bagian otak gue yang kayaknya ga pernah gue pake. Beneran rasanya tuh kayak ada bagian otak yang nyala lagi setelah berapa puluh tahun item terus wkkwkw.
Temen-temen kayaknya juga udah sadar ya, ibarat pendulum, tadinya pendulumnya lagi di ujung digital-digitalan, metaverse, AI, crpyto, AI, AI AI!!!!!! Tapi kayak kata quote, semua yang terlalu berlebihan itu nggak baik, dan karena semua orang satu dunia kemarin kompak ngomongin digital-digitalan, metaverse, AI, crpyto, AI, AI AI!!!!!! Terus-terusan, jadilah kompak kita-kita semua ini kenyang ampe gumoh, mual sampai mau muntah. Setiap ada trend yang naik, pasti selalu akan ada anti-trend. Setiap Anthropic dan OpenAI ngeluarin model baru, selalu akan ada library dan book club yang terbentuk. Setiap ada sesuatu di negara ini, selalu akan ada antek-....
Mungkin Pak Pramono Anung juga ngerasain gitu kali ya? Kemarin-kemarin mabok ngikutin update AI, muak, terus bikin taman gede banget di jakarta selatan. Nggak tanggung-tanggung, beberapa taman disambungin jadi 1. Hepi sih gue. Luv taman. Sayangnya banjir masih parah nih pak (lah jadi tulisan kritik)
Dan menurut gue walaupun pasti ada yang cuma fomo, tapi largely kegiatan offline-physical dan in-person akan here to stay. Karena AI juga akan here to stay.
Yak sayangnya(atau untungnya?) gue tetep harus pake AI. Sebagai seorang pengusaha, kayaknya AI adalah sebuah keniscayaan. Ada sayings di luar sana, “The Genie is out of the bottle” yang artinya situasinya udah berubah permanently karena sesuatu force kuat yang ga bisa dicontain lagi. Situasinya udah pasti berubah, tinggal skala besar kecilnya aja. Gue bisa cerita tentang gimana AI directly or indirectly mempengaruhi ekspektasi client terhadap kami, ekspektasi gue terhadap kolega, ekspektasi pasar dan kompetisi harga, dll tapi biarkan itu nanti jadi satu tulisan lain. Selain karena terlalu panjang dan berat, tapi karena jujur gue juga masih rada belum ikhlas menerima sikon alias situasi kondisi hhhh :’)
Btw sekedar info dan nambahin konteks, gue ngerasa kayaknya cukup advance menggunakan AI. Walaupun nggak agentmaxxing, konek sana-sini, openclaw + hermes nyambung ke telegram dan discord, output yang gue hasilin dari sisi kualitas dan kuantitas naik jauuuuuuh banget dari sebelum pake AI. Tapi lucunya, makin gue menyelami lautan AI yang ga abis-abis ini, makin gue kepingin gambar pake krayon di kertas tebel yang bisa gue pegang dan rasain teksturnya. Makin pengen ketemu orang baru dengan ikut book club atau walking club. Makin pengen masak. Makin pengen ngurus taneman. Makin pengen main sama kucing. Makin pengen jadi manusia.
Gue belum bisa mengartikulasikan dengan baik fenomena ini, tapi semakin lo AI-pilled, semakin lo ngulik dan pake AI, semakin besar juga keinginan lo untuk makin jadi manusia. Sebagian karena lo jengah kesedot di depan komputer terus, sebagian karena lo ngerasa naturally kita harus ngelakuin fitrah kita sebagai manusia untuk keluar untuk kena sinar matahari dan ketemu orang, sebagian juga karena kayaknya ada intuisi bahwa dengan lo semakin jadi manusia, semakin lo bisa ngasih added value akan sesuatu yang AI nggak bisa punya.
luv youtube
Channel kurzgesagt yang baru bagus! Ninja is a mythhhhhh, or is it?
suka banget Brian Chesky being candid dan vulnerable disini, tapi tetep materinya dageeeeeeeeng.
Semoga isi newsletter kali ini berguna, atau menghibur atau sekedar untuk spik-spik ke kolega atau bosmu ya.
Kalau lo mau value lebih:
Tools untuk bikin customized Personal Branding Strategy + Content Ideation Generator + Courses:
https://personalbranding.id/ (Paid)
Free Content Pillar generator:
https://contentpillar.id/ (Free)
Resources untuk manage Imposter Syndrome: https://bit.ly/managing-imposter (Free)
Belajar Marketing Foundation lewat pre-recorded course: https://clicky.id/botakasu/marketing-foundation (Paid)










