January, you were ((insert here))
Malu tapi Maju ke-56 | Gitu dah pokoknya
Gimana Januarinya? Gimana resolusi tahun barunya? Mine was shit (literally) ((tapi tetep alhamdulillah)). Coba ya gue ceritain.
(ini newsletter cerita-cerita aja ya maaf, tidak ada value yang gimana-gimana)
Dari penghujung tahun 2025 emang gue ngerasa vibes tahun baru ke 2026 ini kok rada loyo ya (personally). At least di circle gue, jarang banget ada orang yang ngeclaim punya resolusi tahun baru. Semuanya kayak ngerasa capek, dan bukannya semangat untuk ngadepin tahun baru, malah rasanya kayak “aduh anjir taun baru, lagihhhhh apalagi seeeeeeehhhhhhh?” yeah.
Idk if wether lack of proper R&R (rest and recreation) did its damage on me, or ya just satu dunia lagi loyo. Hujan deres tiap hari juga ga ngebantu, walaupun tetep alhamdulillah ga kena banjir, cuma rasanya kayak dunia melambat. Tapi ditengah-tengah itu semua, ada event menarik, karena gue lagi coba ikut mindful leadership program yang gue ga nyangka banget, bikin gue deg-degan banget.
Terakhir kali gue ngerasain deg-degan setakut itu adalah pas belajar Standup Comedy. Deg-degan yang kalo gurunya ngeliat ke arah kita, mendadak dada kita kayaknya jatoh itu lho. Deg-degan yang berasa bijinya ilang kayak sepersekian detik kalo lagi naik rollercoaster trus freefall dari titik tertinggi itu lho.
Nah baru aja kemarin gue ngerasain deg-degan kayak gitu lagi. Di hari Jumat minggu lalu, gue ikut leadership support group yang diselenggarain oleh Lumoraa. Gue anxious dari pagi. Sebelum pertemuan offline pertama di hari jumat itu, kita udah ngisi form yang banyak pertanyaan untuk kita isi. Both wide and deep, pertanyaannya sungguh menyeluruh. Sampe lupa kapan terakhir ngisi form sepanjang itu. Setelahnya kita juga ada private session dengan facilitator/co-facilitator. Filling forms and sharing life stories. (gue doang sih yang cerita, co-facilnya nanya-nanya).
Jadi perasaan pas mau dateng ke tempat ketemuannya tuh kayak yang gue deskripsikan diatas itu. Udah mah gue orangnya aslinya gampang keringetan, ini makin ekstra. Padahal gue kesana naik grab car, adem, tapi sampe-sampe lokasi gue langsung cari toilet untuk ganti baju gue yang udah basah oleh keringat.
Singkat cerita, it was awesome. I got reminded a lot of things. Diingetin untuk take a break ditengah-tengah hari sibuk untuk bernafas supaya ga autopilot, and many more. Programnya 3 bulan, jadi will share more. Gue anxious karena unconsciously gue ternyata butuh ini banget.
Oh iya, pas sesi nafas kan ada bagian dimana kita diminta untuk scan badan kita gitu, apakah ada yang berasa sesuatu. Gue ngerasa bagian perut, karena emang udah 2 harian diare. Kirain ada artinya, misalnya perutnya kerasa nggak enak karena terlalu banyak konsumsi informasi (misalnya). Eh tapi ternyata singkat cerita, diare 2 hari itu makin panjang jadi 5 hari, lanjut tes darah, eh ternyata hasilnya gue tipes guyz.
Aawokaowkaw.
Pas nulis ini gue lagi bedrest dirumah hari ke 7, antibiotik selesai kemarin, mudah-mudahan balik sehat walafiat segera, amin. Karena rada aneh sih emang tipes kali ini, diarenya rusuh, lemes dan pusingnya on-off. Anyway, itu yang gue maksud januari ini literally shit, karena emg diare terus kemarin wkkwkw huff.
Yeah jadi yang namanya plan mah udah aja gitu berantakan. Tapi tetep alhamdulillah karena masih dikasih kesembuhan (semoga), jadi teguran juga kayaknya supaya jangan terlalu sombong dan percaya diri sama plannya. Kurang doa juga kayaknya astagfirullah. Makanya ditegur pake sakit yang seketika bikin buyar semuanya.
Gue berdoa semoga januari teman-teman lebih baik dari gue, dan kalaupun sama kurang baiknya kayak gue, semoga bulan-bulan berikutnya diberikan kesehatan dan kemampuan untuk mengusahakan apa yang perlu diupayakan, amin.
The secret of life.
The secret of life is to have a task, something you devote your entire life to, something you bring everything to, every minute of the day for your whole life. And the most important thing is—it must be something you cannot possibly do.
– Henry Moore (sculptor)
Don't fall into the anti-AI hype
Kalo ngikutin programmer-programmer di twitter, nggak mungkin nggak ikut fomo dan somehow ikut cemas tentang gimana landscape industri mereka akan berubah kayak apa. Berikutnya ikut cemas tentang industri tempat kita kerja akan berubah gimana. Artikel diatas ngasih artikulasi yang oke tentang pemikiran programmer experienced tentang stance dia terhadap AI. Realistis menurut gue. Apakah applicable untuk semua industri? Gue belum punya cukup informasi dan konteks untuk jawab itu sayangnya. Menurut lo gimana?
Yooo bikin-bikin apa offline gitu yuk.
Semoga isi newsletter kali ini berguna, atau menghibur atau sekedar untuk spik-spik ke kolega atau bosmu ya.
Kalau lo mau value lebih:
Tools untuk bikin customized Personal Branding Strategy + Content Ideation Generator + Courses:
https://personalbranding.id/ (Paid)
Free Content Pillar generator:
https://contentpillar.id/ (Free)
Resources untuk manage Imposter Syndrome: https://bit.ly/managing-imposter (Free)
Belajar Marketing Foundation lewat pre-recorded course: https://clicky.id/botakasu/marketing-foundation (Paid)









