Dead Time, Alive Time.
Malu tapi Maju ke-63 | Find yours, might help.
Gue nulis ini di jam 06.30 pagi, langit udah mulai ada warnanya, walaupun warnanya campuran biru pucet campur abu-abu. Mau ngarep apa kalau tinggal di jakarta. Pas tadi mau mulai ngetik, ternyata di dashboard substack keliatan kalau di bulan April kemarin, gue cuma nulis sekali! Terjarang sih. Mungkin alasannya adalah birthday month? lol. Lagi pusing dan tegang sama keadaan ekonomi, dunia, dan pengaruhnya ke usaha-usaha yang lagi diusahakan? Nah.
Tapi kayaknya gue lagi nemu lagi spot waktu enak nih. Abis subuh jam 5an (maaf mepet), kalau gue usahain biar ga tidur lagi, itu adalah salah satu sacred time gue tuh. Biasanya otak flowing, ide jalan aja, nggak ada resistance yang gimana-gimana. Resistancenya belum bangun kayaknya.
Things are bleak ya? Beberapa sinyal-sinyalnya mulai keliatan. Susah untuk tetap optimis. Tapi jadi pesimis itu juga super bikin capek. Jadi kadang-kadang harus dioptimis-optimisin biar masih ada tenaga untuk nyoba lagi besok pagi.
Ternyata dari sekian banyak platform yang nawarin video vertical pendek, gue ngerasa youtube shorts itu paling ga harmful. Harmful tetep, tapi less than the others. Mungkin algoritma youtube gue yang lebih positif daripada algo tiktok dan instagram gue, tapi shorts gue itu kumpulan dari yang lucu-lucu, video kucing, dan video-video “wah ada manfaatnya juga nih video, gw bookmark ah, lah di shorts bisa ngebookmark ga sih?”
Tapi mau sesedikit-sedikit harmfulnya youtube shorts, still harmful. Kadang gue bisa tiba-tiba ketiduran di sofa ruang tamu masih pake b aju kerja, AC masih nyala, Polka lagi ikutan tidur di sebelah gue. Padahal gue bisa beneran rests nervous system gue dengan mindful breathing, solat, etc etc etc. Gue ngerasa situasi itu, potongan scene itu, adalah lawan dari Alive Time gue. Itu adalah Dead Time gue.
Alive Time gue adalah ketika gue jalan kaki, udara Jakarta lagi anomali bagus banget, entah siapa yang lupa nyalain polusi, langit biru, matahari keliatan diatas tapi belum terik banget. Gue bisa jalan di kompleks yang pohonnya gede-gede dan ijo banget. There are several in south jakarta, dm gue kalau mau tau dimana. Anyway, 30 minutes di Alive time, setelah itu gue ngerasa badan gue penuh energi yang bisa gue transfer ke tempat lain. Apakah itu ngobrol dengan orang lain, apakah itu gue tulis di keyboard untuk disimpan di layar, apakah itu gue tulis dengan ballpoint uniball kesayangan gue di notebook spiral kesukaan gue.
Setelah akhirnya bisa mengidentifikasi Dead Time dan Alive Time gue sendiri dari ngikutin promoptnya Adam Ming, gue jadi bisa mulai nge-catch diri gue sendiri kalo udah mulai rebahan di sofa dan scrolling youtube shorts like a mad man. Instead of menyerah ke Dead Time, gue bisa cari kegiatan lain kayak stretching, main sama kucing atau ajak Manda ngobrol.
Masalahnya itu biasanya malem-malem. Hmm, waktunya cari tau apakah Alive time gue works di malam hari juga kalo gitu.
btw. find yours. might help.
The pendulum starts swinging the other way. Like every trend, once it goes all the way there, it will start to go the other way. Sangking banyaknya video-video yang overproduced, lighting yang solid dan mantap, set yang dibangun dengan detil dan kokoh, dan sebagainya dan sebagainya, orang-orang pun mulai bosen.
Sekarang kita ngeliat mulai banyaknya orang-orang ngevlog lagi. Yang raw banget. Ga overly polished. Mulai banyak juga yang cari format kayak video dibawah ini.
Fresh banget menurutku setupnya. Video essay tapi organik banget feelnya.Doi record their whole screen screen. Doi yapping aja di photo booth, dengan text content di notion, dan visual content di are.na.
Sangat-sangat fresh di jagad konten yg kadang-kadang berasa mual karena terlalu banyak yang overproduced.
Stanford free class on the economics of AI. Dude these classes with this quality for freeeeeeeee. Lock in boys and girls. Lock in. “Ah tapi kan tapi tinggal nanya Claude aja.” Hmm. Entah kenapa ada yang beda aja. Mungkin ritualnya, mungkin attentionnya, mungkin intentionnya? Hmm. Should I go back to school?
Change the world - inside you.
Semoga isi newsletter kali ini berguna, atau menghibur atau sekedar untuk spik-spik ke kolega atau bosmu ya.
Kalau lo mau value lebih:
Tools untuk bikin customized Personal Branding Strategy + Content Ideation Generator + Courses:
https://personalbranding.id/ (Paid)
Free Content Pillar generator:
https://contentpillar.id/ (Free)
Resources untuk manage Imposter Syndrome: https://bit.ly/managing-imposter (Free)
Belajar Marketing Foundation lewat pre-recorded course: https://clicky.id/botakasu/marketing-foundation (Paid)








