Buka pintu yang nakutin itu
Malu tapi Maju ke-60 | pintu yang digambar itu maksudnya
Salah satu efek samping dari building something semakin gampang adalah lo nggak bisa jadiin “bentar, gue lagi bikin barangnya nih~” sebagai alasan untuk procrastinate untuk nggak go out and asks for feedbacks. Gue juga baru sadar bahwa gue sangat sangat menghindari untuk minta feedbacks dari orang. Kalau refleksi kebelakang, gue ternyata lebih suka langsung launch, ya paling banter minta feedbacknya Claude, daripada harus minta feedbacks ke target audience barang yang lagi dibikin.
In case temen-temen nggak terlalu in the loop, the advance of AI (ugh iya maaf ngomongin AI lagi) bikin digital product itu semakin gampang. Kalau sesuatu yang simple dan ga terlalu critical, modal nonton youtube dan sabar nungguin tokennya refresh, insyaallah lo bisa. At least, lo bisa bikin mockup yang feedbackable dalam semalem. Turns out, gue selama ini sering sembunyi di alesan “ah mockup gue kurang bagus nih untuk dimintain feedback, ntar kalo orangnya ngga ngerti gara-gara mockupnya jelek kan sayang ntar jadi bias…”
tai kucing <3
Ah iya ternyata gue punya masalah tentang “approval orang”. Salah satu trauma pas early teenager ngebuat gue ngetreat approval orang itu penting banget. Tapi di gue bukannya jadi nyari-nyari dan minta minta, tapi jadinya gue malah avoiding minta approval, karena takut ga dikasih. Wk bingung nggak? Sama dong, gue juga masih bingung. Gue nulis ini dengan niat sambil mengurai juga nih.
Yang kalo dipikir-pikir, Claude Code dan per-AIAIan ini ngebuat gue untuk confront that fear. Karena barangnya jadi relatif gampang untuk jadi, gue harus maju ke proses selanjutnya. Kalau produk pribadi kayak personalbranding.id, gue bisa langsung launch aja kalo menurut gue udah bagus. Nggak ada risiko, kalo jelek ya paling gue doang yang kecewa. Nah tapi masalahnya adalah kalau produk kantor……. aku tidak bisa menghindar. Karena stakesnya gede dan lumayan krusial dan stakeholdernya banyak, gue ga bisa dong main launch aja. Gue harus minta feedback dari stakeholder internal, dan stakeholder external, alias orang lain kyaaaaaaa.
Jadi yak itu adalah pintu yang mau coba saya masuki kayak gambar di atas. Salah satu persiapan yang gue lakukan adalah prepare for the worst hwhw, ga tau lagi gimana. Nanti kalo udah gue lewatin gue coba recap dan kasih tips untuk yang situasinya sama kayak gue ya.
Oh ada deng, gue baca buku ini The Mom Test tentang talking to customers. Denger banyak review bagus tentang buku ini.
Anyways, have a great week, despite berita-berita nggak bagus belakangan, semoga tetap diberikan kemudahan untuk kita semua. Special doa untuk para entrepreneur, semoga diberikan kekuatan cashflow, dan kemudahan untuk dibukakan pintu rezeki-rezeki untuk bisnisnya dan untuk karyawan yang bekerja di sana.
Gue lagi belajar tentang Nervous System. So far sangat membantu gue jadi less reaktif dan lebih grounded dalam ngejalanin hari-hari ngebangun usaha yang selalu dar-der-dor tiap harinya.
Apa itu Nervous System? Coba tonton video ini.Stumbled upon this on Youtube. Nemenin gue nulis edisi ini jam 23.21 malem. Syahdu-syahdu sedih gimana gitu.
Gue lagi nyari-nyari game untuk blowing off steam dari kerja, dan sejak FM 2026 ternyata abal, gue belum nemu tuh that special game. Sampai akhirnya download Slay The Spire 2. Cocok banget gue gila. Enteng, fun, lorenya bagus, strategy, bisa di mac. Uuuuu. Silakan dicoba bagi yang lagi nyari game.
Semoga isi newsletter kali ini berguna, atau menghibur atau sekedar untuk spik-spik ke kolega atau bosmu ya.
Kalau lo mau value lebih:
Tools untuk bikin customized Personal Branding Strategy + Content Ideation Generator + Courses:
https://personalbranding.id/ (Paid)
Free Content Pillar generator:
https://contentpillar.id/ (Free)
Resources untuk manage Imposter Syndrome: https://bit.ly/managing-imposter (Free)
Belajar Marketing Foundation lewat pre-recorded course: https://clicky.id/botakasu/marketing-foundation (Paid)








